Pelatih baru Persija Jakarta, Mauricio Souza, telah mengungkapkan ambisinya untuk membawa Macan Kemayoran kembali ke puncak kejayaan. Ia menegaskan komitmennya untuk membangun tim yang bukan hanya tangguh secara teknis, tetapi juga memiliki mentalitas juara.
Souza tidak hanya fokus pada perekrutan pemain bintang dengan statistik impresif. Ia mencari pemain dengan karakter kuat dan komitmen tinggi terhadap tim.
Strategi Mauricio Souza Membangun Persija Juara
Mauricio Souza memiliki visi yang jelas untuk Persija Jakarta. Ia ingin membangun tim yang solid dan bermental juara, bukan sekadar mengumpulkan pemain berbakat.
Filosofi kepelatihannya menekankan pentingnya karakter dan mentalitas pemain, selain kemampuan teknis. Hal ini tercermin dalam proses perekrutan pemain yang dilakukannya.
Proses Perekrutan Pemain yang Selektif
Hingga saat ini, Persija telah mengamankan tiga pemain asing: Carlos Eduardo, Ryo Matsumura, dan Gustavo Almeida. Dari pemain lokal, Eksel Runtuhkahu menjadi rekrutan pertama.
Namun, proses perekrutan pemain masih terus berlanjut. Souza menekankan pentingnya kesabaran dan ketelitian dalam memilih pemain yang sesuai dengan filosofinya.
Ia ingin memastikan setiap pemain yang direkrut memiliki komitmen tinggi dan kepribadian yang kuat. Hal ini lebih diprioritaskan daripada sekadar mengejar nama besar atau statistik mentereng.
Berbeda dengan Persib Bandung yang telah mengumumkan beberapa rekrutan baru, Persija memilih pendekatan yang lebih selektif. Hal ini menunjukkan komitmen Souza untuk membangun tim yang kokoh dan berkelanjutan.
Tantangan dan Harapan di Musim Depan
Mauricio Souza menyadari bahwa target juara membutuhkan kerja keras dan konsistensi. Ia berencana untuk membangun mental juara dalam diri setiap pemain.
Pemain Persija harus menyadari status mereka sebagai tim besar yang selalu menjadi target juara. Mentalitas ini akan menjadi kunci keberhasilan di musim depan.
Selain itu, strategi pertandingan yang matang dan analisis lawan yang detail juga menjadi fokusnya. Namun, prioritas utama saat ini adalah membangun kekuatan internal tim terlebih dahulu.
Souza menekankan pentingnya proses pembangunan tim yang bertahap dan terukur. Ia tidak ingin terburu-buru dalam mengejar target juara, tetapi fokus pada fondasi yang kuat terlebih dahulu.
Ia ingin menciptakan tim yang tidak hanya meraih kemenangan, tetapi juga membangun cerita sukses yang berkesan. Sebuah “happy ending” bagi Persija Jakarta dan Jakmania.
Dengan strategi yang matang dan komitmen yang kuat dari pelatih dan pemain, Persija Jakarta memiliki potensi untuk kembali bersaing di papan atas Liga 1 dan merebut gelar juara. Keberhasilan ini tidak hanya bergantung pada kemampuan teknis, tetapi juga pada karakter dan mentalitas juang seluruh tim.